Seperempat Abad
Usia ini katanya identik dengan pencarian jatidiri. Dimana banyak orang mengalami moment yang dinamai krisis seperempat abad atau quarter life crisis. Usia ini sekaligus jadi moment peralihan babak kehidupan (bisa juga berlangsung sebelum atau sesudahnya, biasanya pada rentang usia 18-30 tahun).
Peralihan dari tinggal dirumah, jadi merantau. Peralihan dari pelajar, jadi pekerja. Peralihan dari bujang, jadi berumah tangga. Semula menerima uang, sekarang harus bisa menghasilkan dan mengelola.
Banyak hal yang berubah ya? Hal apa yang berubah signifikan dalam hidupmu?
Perubahan situasi dan kondisi ini mau tidak mau juga sedikit banyak memicu perubahan emosi dan psikologis. Terkadang, ada titik dimana serangan panik itu benar-benar ada, nyata, dan tidak bisa dihindari. Kecemasan, pikiran-pikiran negatif, frustasi.
Beruntungnya, kita masih saja punya kekuatan untuk tetap berdiri ya. Masih diberi kepercayaan untuk tetap melanjutkan hidup, meski 'bertahan hidup' tidak semudah dan sesederhana itu.
Beruntungnya, kita masih bisa menerima cahaya dari lorong gelap yang seakan tidak berujung ini, cahaya yang membuat kita terbebas sesaat sebelum kembali terjebak pada palung dalam dan lorong panjang lainnya.
Lelah ya? Seakan tidak ada habisnya kejutan dari hari ke hari. Tapi, lagi dan lagi, kita masih saja mampu bangkit lagi meski terseok-seok.
Menyebalkan memang, ketika ketenangan yang coba dibangun, ada saja yang meruntuhkannya. Dengan tekanan-tekanan sosial mulai dari pertanyaan tak masuk akal sampai dengan jadi objek perbandingan. Tapi sekali lagi, kekuatan kita ternyata lebih besar dari dugaan ya? Rupanya kita tetap bisa melangkah lagi.
Kamu kehilangan kepercayaan diri? Meragukan dirimu sendiri? Tidak apa, tidak masalah, tidak perlu cari pembenaran juga, sekarang kamu cukup mulai 'menerima' dirimu yang serba terbatas itu. Kamu sudah bisa? Sekarang, saatnya bangun dan bergerak dari lingkaran 'aman' mu itu. Yakinlah, sesuatu yang membuatmu nyaman tidak akan pernah membuatmu berkembang. Kamu perlu terusik pada banyak hal, agar kamu terus mencari, terus menjelajah, terus membaca apa apa saja yang bisa dan mampu kamu terima. Sudah siap untuk babak berikutnya? Petualangan baru siap ditaklukkan!
Kamu tak sepayah itu, kamu cukup kuat untuk tetap bangun setiap harinya. Selamat menjelajah! Semoga beruntung dan bahagia!
Komentar
Posting Komentar